
"Semangat Pemuda Milenial dari Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan"
Petani Muda atau Petani Milenial di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang memanen Padi Lokal seluas 8,5 hektare di Kampung Kosi Hilapok, Distrik Hubikosi pada Kamis 20 Februari 2025.
Kegiatan Panen Padi Lokal ini dilakukan di lahan yang dikelola oleh kelompok tani (Poktan) Warolhi.
Padi Lokal yang ditanam ini asal mulanya dibawa oleh petani2 dari Tanah Toraja yang kemudian dikembang terus turun temurun sampai akhir sudah beradaptasi pada pada ketinggian 1000- 1.600 dpl, umur tanaman 6 bulan dan tinggi tanaman bisa mencapai 1 meter. Sehingga lebih terkenal dengan sebutan padi Toraja.
Perkiraan hasil panen 4-5 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare dan panen dari sawah seluas 8,5 ha diperkirakan menghasilkan gabah sekitar 42,5 ton GKG. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi petani lain untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya J Hendri Tetelepta menyampaikan bahwa kami Dinas Pertanian terus mendorong agar poktan di daerah kabupaten Jayawijaya dapat meningkatkan hasil pertaniannya khususnya produksi padi dan mendukung upaya pemerintah mewujudkan Swasembada Pangan dengan meningkatkan produksi beras dan optimalisasi lahan sawah dan lahan kering.
Hasil pertanian yang kami dorong tidak hanya padi, tetapi juga berbagai jenis komoditi pertanian dataran tinggi seperti sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dan juga ternak,” katanya.
Sebagai Pendamping LTT Provinsi Papua Tengah Ka BSIP Papua Dr. Ir. Martina Sri Lestari memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada pemuda2 milenial yang mempunyai semangat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dan jaringan Irigasi yang sudah dibangun dengan menanam padi sawah. Kedepannya kita akan mencoba varietas padi dataran tinggi yang berumur lebih pendek hanya 125 hati sehingga kita bisa menanam 2-3 kali dalam setahun, demikian harapannya.