
Pengambilan Sampel untuk Sertifikasi Benih
Pada usaha pertanian skala luas, keberhasilan setiap panen dimulai dengan komponen yang sangat kecil namun penting yaitu benih. Dari benih yang kecil ini memiliki potensi untuk tumbuh menjadi panen yang melimpah, dan perjalanannya dari benih, berkecambah hingga berproduksi sangat dipengaruhi oleh kualitas benih.
Dalam menyiapkan benih berlabel atau bersertifkat, BSIP Papua dan BPSB Provinsi Papua pada hari Kamis, 16 Januari 2024 melaksanakan pengambilan sampel jagung hasil perbanyakan benih penjenis (BS) varietas Lamuru untuk dilakukan Uji Mutu benih pada benih 4,5 Ton. Hal tersebut dilakukan mengingat pentingnya Pelabelan benih untuk tujuan diseminasi benih. Tidak hanya itu, pelabelan benih pertanian memberikan informasi penting tentang varietas benih, asal, dan petunjuk penanganan khusus. Ini membantu petani mengidentifikasi benih yang mereka hendak tanam dan melacak sumbernya jika terjadi masalah atau kekhawatiran. Di dunia pertanian yang luas, di mana berbagai varietas benih tersedia, pelabelan yang akurat sangat diperlukan. Petani perlu tahu persis apa yang mereka tanam untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tidak hanya itu, pemberian label benih menjadi benih bersertifikat merupakan bentuk kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku sehingga menumbuhkan kepercayaan di antara konsumen, yang mengetahui bahwa benih yang mereka gunakan memenuhi semua standar yang relevan.
Petugas pengambil contoh dari BPSB, Rafi Tabang yang didampingi tim Perbenihan Jagung BSIP Papua menekankan pentingnya penyimpanan benih yang benar untuk menghindari tingginya kadar air yang berpengaruh pada benih seperti munculnya jamur atau kutu.
Ketersedian benih berserifikat menjadi tujuan dilaksanakan kegiatan perbenihan tanaman dan diharapkan dapat disebarluaskan ke masyarakat guna mendukung program swasembada nasional yang digalakkan oleh Pemerintah dalam bidang Pertanian.