
Diseminasi Olahan Sagu Terstandar di Ibu-Ibu PKK Kampung Dosay
Sagu merupakan komoditas lokal dengan berbagai keunggulan yang menjadikannya alternatif pangan strategis. Salah satu kelebihannya adalah ketahanan terhadap perubahan iklim. Tanaman sagu mampu tumbuh di lahan marginal dengan kebutuhan input kimia minimal, menjadikannya tanaman yang tangguh dalam menghadapi kondisi lingkungan ekstrem. Dari segi nutrisi, sagu memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, rendah indeks glikemik,dan kaya akan serat sehingga sangat cocok sebagai pangan sehat, terutama bagi penderita diabetes. Selain itu, budidaya sagu mendukung keberlanjutan lingkungan karena tidak memerlukan konversi hutan skala besar, sehingga dapat menjaga ekosistem alami. Salah satu olahan dari sagu yaitu tepung sagu. Tepung sagu merupakan pangan lokal makanan khas orang asli Papua, kini dapat diolah menjadi berbagai cemilan, cake maupun kue kering bahkan berbagai makanan ala modern yang cukup menjanjikan omsetnya.
Keberadaan Sagu di Papua mendorong Ibu-Ibu PKK Kampung Dosay belajar olahan berbahan dasar tepung sagu. BSIP Papua mendiseminasikan olahan pangan terstandar berbahan dasar tepung sagu diantaranya es krim sagu, brownies sagu dan biskuit sagu melalui pelatihan pengolahan pangan lokal berbahan baku sagu di PKK Kampung dosay Distrik Sentani Barat (19/12/2024). Pelatihan ini bertujuan agar pangan lokal tetap dilestarikan serta mempunyai nilai jual guna menambah penghasilan keluarga. "Kita lakukan pemberdayaan untuk ibu rumah tangga untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan bahan dasar sagu," ujar Yuliana H. Rumsarwir selaku penyuluh BSIP Papua.